Posted by: Linnia sarap on: November 14, 2008
Ketika ku melihat ke dalam matamu
Aku seolah menemukan nirwana
Kau seperti yang selama ini aku cari
Dan sejak saat itu
Aku sepertinya terobsesi padamu
Aku kehilangan suaraku ketika harus berbicara denganmu
Aku berusaha untuk tidak menatap sepasang mata indah
Milikmu
Yang membiusku
Menyingkirkan semua fantasi dari dalam kepalaku
Dan menggantinya dengan bayangan wajahmu
Tak tahukah kau bahwa aku tidak suka itu?
Semua fantasi yang berkejaran di kepalaku kini berganti
Mulanya hanya bersenang-senang dengan teman
Perlahan semua bergeser
Menjadi anganku
Untuk memilikimu
Aku tahu kau takkan pernah melihatku disini
Tergila-gila padamu
Namun ambisiku menguasai seluruh pikiranku sekarang
Ambisiku untuk memiliki dirimuJelas ambisiku ini lebih besar daripada kerealistisanku
Dan aku membencinya
Aku membencimu karenanya
Membencimu
Sampai rasa itu meresap ke dalam hatiku
Terpatri kuat
Selamanya
Aku membencimu bukan karena tanpa alasan
Aku membencimu karena kau telah membuat fantasi bahagiaku menjadi ambisi untuk memilikimu
Aku membencimu karena wajahmulah yang pertama terbayang
Setiap kali aku bangun pagi
Aku membencimu karena kau telah menguasai sebagian besar
Oh, tidak. Hampir seluruh hatiku
Terlebih aku membencimu karena
Kau telah membuatku jatuh cinta sebegini dalamnya